Beranda > Berita Korea > Dampak Krisis ekonomi dari Amerika

Dampak Krisis ekonomi dari Amerika

financialcrisisKita sedang mengalami krisis ekonomi global.Ingatkah bahwa tahun lalu nilai tukar Won telah naik ? Pada bulan januari 2008,nilai tukar won terhadap US$ 1 adalah 900Won dan terus meningkat sampai lebih dari 1.500 won per US$ di bulan November 2008.Banyak pekerja asing yang menderita karena kehilangan pekerjaan dan tidak punya uang untuk sekedar hidup.
Sekarang nilai tukar menurun tetapi sepertinya tidak akan sampai ke level yang sama dengan 2 tahun yang lalu.Apa yang sedang dan akan terjadi?
Krisis keuangan ini bermula dari Amerika.Bank-bank yang meminjamkan uang untuk membeli rumah telah bangkrut karena harga rumah tiba-tiba anjlok.Selain itu,belum lama ini,organisasi-organisasi keuangan seperti investor individu,dana cadangan,bank dan perusahaan asuransi di seluruh dunia juga mengalami krisis global.
Bank-bank Korea mengalami kerugian besar karena mereka melakukan investasi di Lehman Brother,sebuah bank investasi Amerika yang juga ikut bangkrut.Nilai tukar won naik drastis karena investor asing menarik investasinya.Sehingga bank tidak mau meminjamkan uangnya kepada perusahaan swasta.Perusahaan-perusahaan mengalami kebangkrutan.Terjadi PHK besar-besaran yang mengakibatkan pengangguran meningkat.Orang-orang tidak memiliki uang karena mereka tidak bekerja.
Masyarakatpun tidak membelanjakan uangnya sehingga produk menjadi tidak terjual.Keadaan ini seperti lingkaran setan.Mungkin situasi ini akan mbertambah parah dan sepertinya tidak mudah di perbaiki.

Karena masalah ini tidak hanya di Korea saja,tapi di negara lainpun mengalami masalah yang sama.

Orang mengatakan bahwa krisis keuangan ini adalah yang pertama setelah Depresi Besar tahun 1929,benarkah Diawal tahun 80an,krisis keuangan berawal dari meksiko dan menyebar ke negara lainnya di Aerika Selatan.
Di awal tahun 90an,terjadi krisis keuangan di Eropa Utara yang merupakan negara-negara kaya.Meksiko tahun1994,Asia Timur tahun 1997,Brazil tahun 1999,Argentina tahun 2001 dan akhirnya krisis ini mengguncang di Amerika di tahin 2008.
Jika Anda telah berada di Korea selama lebih dari 10 tahun,Anda mungkin ingat krisis ekonomi IMF di tahun 1997,orang mengatakan itu lebih berat dari krisis yang sekarang.Krisis keuangan seperti ini bukanlah hal yang baru dan menyebar luas ke seluruh dunia seperti virus flu,dimana yang sekarang ini lebih parah dari yang sebelumnya,itulah influenza.Economic-Crisis

Krisis keuangna yang mendunia seperti virus flu ini berawala di tahun 1980an.Apa yang terjadi saat itu?

Banyak negara mulai merubah sistem perekonomian,dimana orang asing bisa melakukan investasi secara bebas.Sistem nilai tukar mata uang juga berubah menjadi sistem nilai tukar ambang.ini berarti jika sebuah negara memiliki banyak dolar,nilai tukar negara tersebut akan menurun,dan jika sebaliknya maka nilai tukar akan meningkat.Nilai tukar tetap yang tidak mengubah nilai tukar mata uang mereka.Sistem nilai tukar tetap ditetapkan dalam sebuah konferensi Internasional di tahun 1944.Saat akhir Perang Dunia 2,44 perwakilan negara-negara sekutu melakukan konferensi yang kemidian mereka sepakat untuk mengakhiri perang  dan melakukan perdagangan bebas antar negara.
Tetapi masalahnya adalah mata uang apa yang di gunakan ketika mereka melakukan perdagangan.Akhirnya mereka memutuskan untuk menggunakan dolar Amerika.Pada saat itu,Amerika merupakan negara yang sangat kuat.
Amerika membuat dolar sebanyak emas yang mereka miliki dan mereka mencetaknya ketika negara lain ingin menukar emas dengan dolar.Saat itu Amerika memegang 80% emas dunia.
Selain itu telah di tetapkan 1000 won untuk 1 dolar,100 yen untuk 1US dolar dan mereka tidak merubahnya.
Perusahaan-perusahaan dapat melakukan perdagangan dengan mudah dengan sistem nilai tukar tersebut.Negara-negara berkembang penuh dengan kemakmuran dan kesejahteraan sampai akhir tahun 1960an.
Masalah kemudian muncul sejak tahun 1960an.Kondisi bisnis menjadi buruk di negara berkembang terutama Amerika yang impornya menjadi lebih besar daripada ekspor,mereka juga mengeluarkan uang lebih banyak daripada penghasilannya untuk pengeluaran perang.
Pemerintah Amerika membuat dolar dengan alasan bahwa mereka kehabisan uang.Emas mereka berkurang,dan sebaliknya dolar mereka semakin banyak.
Pada tahun 1972,negara-negara lain memiliki dollar 8kali lebih banyak daripada emas yang ada di Amerika.Presiden Nixon mengatakan “Kami tidak menukar dollar dengan emas lagi,kami hanya akan membuat dolar sesuai kebutuhan kami saja”.Lalu Amerikapun menggunakan sistem nilai tukar ambang,sehingga negara-negara lain juga mulai menggunakan sistem nilai tukar ambang.

Bagaimana dengan negara-negara sedang berkembang?

Mereka butuh meminjam dolar dari negara berkembang karena mereka tidak memilikinya.Negara berkembang meminjamkan dollar dengan syarat negara sedang berkembang menerapkan sistem nilai tukar ambang dan membuka pasar modal untuk investasi asing secara bebas.
Para investor di negara berkembang ingin”bebas” untuk mendapatkan uang,dan mereka ingin berinvestasi di berbagai negara.Kemudian apa yang terjadi? Sekarang investor bisa pergi ke seluruh dunia untuk jual beli agar bisa mendapatkan uang.
Mereka melakukan jual beli saham,obligasi atau bentuk finansial lainnya yang bisa di perdagangkan serta berinvestasi dalam bahan mentah seperti minyak,baja,hasil pertanian seperti jagung dan kacang.Mereka juga melakukan jual beli mata uang asing untuk memperoleh uang.
Apa kita harus bermain seperti mereka? kita memang bisa memperoleh uang dengan jual beli mata uang,jika kita berfikir bahwa mata uang asing adalah barang produk,ketika orang ingin membelinya,maka harganya akan naik ( Nilai tukar menurun )dan ketika orang ingin menjualnya,maka harganya akan turun ( Nilai tukarnya meningkat ).Krisis ekonomi Asia Timur di tahun1997 di mulai dengan devaluasi Baht ( mata uang thailand ).Situasi tersebut di lakukan oleh George Soros,salah seorang terkaya di dunia.
Pertama dia membeli Baht,nilai Baht dalam jumlah sangat besar dengan menggunakan dolar.Semakin banyak dia membeli Baht,nilai Baht semakin meningkat.Ketika dia berfikir bahwa nilai Baht telah cukup baik,maka Baht itu di jual kembali secara sekaligus.Dia mendapatkan uang ( Dollar )dengan menjual Baht tersebut dan pergi dari Thailand.Investor seperti Soros bisa mendapatkan uang banyak karena dia menjual ketika harga barang telah membumbung tinggi.
Lalu apa yang terjadi di Thailand? Nilai tukar tiba-tiba naik drastis.Hutang Thailand juga naik karena mereka harus meminjam dolar.
Harga-harga pabrik,gedung,saham,obligasi di Thailand tiba-tiba turun karena semua itu dinilai dengan Baht.Itu berarti hutang yang harus di bayar kepada negara asing juga meningkat.Disisi lain,property di Thailand tiba-tiba menurun.
Harga-harga barang import meningkat dan harga-harga komoditi merangkak naik.Banyak perusahaan dan usaha-usaha kecil bangkrut.pengangguran
Seiring dengan itu,negara yang berinvestasi di Thailand juga mengalami kebangkrutan,begitupula negara sekitarnya.
Krisis finansial di sebuah negara akan menular seperti ini,sehingga krisis ini menyebar ke seluruh Asia bagian Timur.
Investor dengan uang banyak bisa bermain seperti ini denagn jumlah uang lebih banyak lagi.Sehingga kita tidak bisa melihat nilai tukar mata uang,tetapi juga harga minyak,baja,jagung,dll naik turun setiap hari.
Krisis keuangan di Amerika tahun 2008 ini di mulai dengan jual beli rumah,Sebenarnya masalahnya itu jauh lebih rumit karena informasi yang cepat dan komunikasi tekhnologi.Tetapi,cara penularan krisis ini ke negara-negara lain masih sama.
Di saat beberapa investor dan perusahaan investasi memperoleh uang dengan cara seperti itu,ada puluhan,ratusan bahkan ribuan orang menderita akibat krisis ekonomi ini. Mereka kehilangan rumah,pekerjaan dan terancam kehidupannya.

Karena itu kesenjangan antara yang kaya dan miskin,negara kaya dan miskin menjadi semakin besar setelah tahun 1980an.

Orangpun menjadi semakin miskin dan sulit untuk menjalani hidup.Kebencian terhadap pekerja asingpun muncul tanpa memikirkan sebab dan latar belakang situasi ini,”Pekerja asing telah mencuri pekerjaan kami”.
Para politisi menunjukan ketidak senangannya “Ya,pekerja asing harus di deportasi dari Korea” perusahaan menggunakan kesempatan ini”Kita bisa memberikan pekerja asing upah yang lebih rendah”
Haruskah kita tertawa? menangis?
Dengan semakinmemburuknya krisis ekonomi ini,yang kaya menjadi semakin kaya dan yang miskin menjadi semakin terpuruk,sehingga orang asing yang ingin menjadi pekerja di Korea semakin banyak.Semakin buruknya krisis ini,perusahaan di negara kaya semakin menginginkan tenaga kerja yang murah dan fleksibel.Lalu apa yang kita lakukan?..

Sumber di kutif dari Buletin KOPI KOREA ( Koran pekerja Indonesia di Korea ) Oleh Lee,Han-sook ( Direktur Migrasi dan HAM )
Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: