Beranda > Berita Korea > Korea utara Punya 100 Fasilitas Nuklir

Korea utara Punya 100 Fasilitas Nuklir

Nuklir pyongyangSEOUL – Korea Selatan (Korsel) mengetahui bahwa Korea Utara (Korut) memiliki 100 fasilitas yang terkait dengan program nuklir Korut. Seoul juga mengklaim bahwa mereka dapat menyerang fasilitas tersebut jika Korut melakukan serangan.

Hal tersebut diungkapkan Menteri Pertahanan Korsel Kim Tae-young kemarin. “Ada 100 fasilitas yang berkaitan dengan program nuklir,” ungkapnya kepada anggota parlemen yang mengevaluasi program kerjanya. “Kita memiliki daftar lengkap fasilitas tersebut,” katanya seperti dikutip dari Yonhap.

Kim mengungkapkan, dengan percaya diri bahwa angkatan militernya mampu menyerang dan menghancurkan fasilitas tersebut. “Tentunya jika nyata-nyata bahwa serangan Korut semakin dekat,” katanya.

Komentar yang sama juga pernah diungkapkan Kim pada bulan lalu mengenai kemungkinan serangan ke fasilitas nuklir Pyongyang.

Korut yang berideologi komunis dan Korsel yang berpaham kapitalis secara teknis masih terlibat perang sejak konflik 1950 hingga 1953. Hanya, konflik tersebut tidak diakhiri dengan gencatan senjata atau pakta perdamaian. Padahal, Korut telah melaksanakan dua kali uji coba senjata nuklir sejak 2006.

Militer Korsel berkekuatan 655.000 personel dan didukung 28.500 tentara AS. Jika dibandingkan Korut, Seoul masih kalah dalam kuantitas. Pasalnya, Pyongyang memiliki 1,2 juta tentara.

Terpisah, Departemen Pertahanan Korsel memprediksi bahwa Korut memiliki 13 jenis virus dan kuman yang dapat digunakan untuk 5.000 ton senjata kimia.

Dalam sebuah laporan kepada parlemen, kementerian itu mengatakan, Korut adalah salah satu negara yang memiliki cadangan terbesar senjata kimia dan biologi dunia. Daftar penyakit yang dapat ditimbulkan senjata biologi itu meliputi kolera, sakit kuning, cacar, tipus, demam, dan disentri.

Pihak departemen pertahanan itu memperkirakan cadangan senjata kimia tetangganya berjumlah antara 2.500 dan 5.000 ton. Pernyataan bahwa Korut memiliki senjata kimia dan biologi, selain senjata nuklir dan konvensionalnya, bukan hal baru. Tetapi, laporan yang diterbitkan kemarin memberikan lebih rinci tentang apa yang disebut senjata biologi itu.

Grup Krisis Internasional (ICG) dalam sebuah laporan Juni menyatakan, kemampuan nuklir Pyongyang adalah ancaman paling besar. Tapi, negara itu memiliki cadangan senjata kimia besar dan program senjata biologi. Senjata kimia dapat disebarkan melalui bom meriam atau rudal yang dapat menimbulkan korban besar di Korsel, kata badan pemikir yang berpangkalan di Brussels itu.

ICG mengungkapkan, cadangan itu meliputi 2.500 hingga 5.000 ton gas mostar, phosgene (gas beracun yang tidak berwarna), zat darah, sarin, tabun dan zat syaraf yang dapat disebarkan melalui artileri jarak jauh, rudal, pesawat terbang, serta kapal angkatan laut.

*Sumber: Okezone

SEOUL – Korea Selatan (Korsel) mengetahui bahwa Korea Utara (Korut) memiliki 100 fasilitas yang terkait dengan program nuklir Korut. Seoul juga mengklaim bahwa mereka dapat menyerang fasilitas tersebut jika Korut melakukan serangan.

 

Hal tersebut diungkapkan Menteri Pertahanan Korsel Kim Tae-young kemarin. “Ada 100 fasilitas yang berkaitan dengan program nuklir,” ungkapnya kepada anggota parlemen yang mengevaluasi program kerjanya. “Kita memiliki daftar lengkap fasilitas tersebut,” katanya seperti dikutip dari Yonhap.

Kim mengungkapkan, dengan percaya diri bahwa angkatan militernya mampu menyerang dan menghancurkan fasilitas tersebut. “Tentunya jika nyata-nyata bahwa serangan Korut semakin dekat,” katanya.

Komentar yang sama juga pernah diungkapkan Kim pada bulan lalu mengenai kemungkinan serangan ke fasilitas nuklir Pyongyang.

Korut yang berideologi komunis dan Korsel yang berpaham kapitalis secara teknis masih terlibat perang sejak konflik 1950 hingga 1953. Hanya, konflik tersebut tidak diakhiri dengan gencatan senjata atau pakta perdamaian. Padahal, Korut telah melaksanakan dua kali uji coba senjata nuklir sejak 2006.

Militer Korsel berkekuatan 655.000 personel dan didukung 28.500 tentara AS. Jika dibandingkan Korut, Seoul masih kalah dalam kuantitas. Pasalnya, Pyongyang memiliki 1,2 juta tentara.

Terpisah, Departemen Pertahanan Korsel memprediksi bahwa Korut memiliki 13 jenis virus dan kuman yang dapat digunakan untuk 5.000 ton senjata kimia.

Dalam sebuah laporan kepada parlemen, kementerian itu mengatakan, Korut adalah salah satu negara yang memiliki cadangan terbesar senjata kimia dan biologi dunia. Daftar penyakit yang dapat ditimbulkan senjata biologi itu meliputi kolera, sakit kuning, cacar, tipus, demam, dan disentri.

Pihak departemen pertahanan itu memperkirakan cadangan senjata kimia tetangganya berjumlah antara 2.500 dan 5.000 ton. Pernyataan bahwa Korut memiliki senjata kimia dan biologi, selain senjata nuklir dan konvensionalnya, bukan hal baru. Tetapi, laporan yang diterbitkan kemarin memberikan lebih rinci tentang apa yang disebut senjata biologi itu.

Grup Krisis Internasional (ICG) dalam sebuah laporan Juni menyatakan, kemampuan nuklir Pyongyang adalah ancaman paling besar. Tapi, negara itu memiliki cadangan senjata kimia besar dan program senjata biologi. Senjata kimia dapat disebarkan melalui bom meriam atau rudal yang dapat menimbulkan korban besar di Korsel, kata badan pemikir yang berpangkalan di Brussels itu.

ICG mengungkapkan, cadangan itu meliputi 2.500 hingga 5.000 ton gas mostar, phosgene (gas beracun yang tidak berwarna), zat darah, sarin, tabun dan zat syaraf yang dapat disebarkan melalui artileri jarak jauh, rudal, pesawat terbang, serta kapal angkatan laut.

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: