Beranda > Berita tekhnologi > 10 Berita Penting di Dunia Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Korea Tahun 2009

10 Berita Penting di Dunia Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Korea Tahun 2009

Menelusuri dunia ilmu pengetahuan dan teknologi Korea tahun 2009
Sebagaimana kita ketahui, tahun 2009 ini dipenuhi dengan berbagai berita yang manakjubkan khususnya keberhasilan dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mutahir.
Persatuan Umum Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Korea baru-baru ini menetapkan 10 berita penting dunia ilmu pengetahuan dan teknologi Korea dalam tahun 2009 ini.

Separoh keberhasilan peluncuran roket ruang angkasa ‘Naro’
Tepat pada pukul 5 sore waktu Korea, 25 Agustus tahun 2009, roket ruang angkasa pertama Korea, ‘Naro’ berhasil diluncurkan dengan gagahnya setelah mengalami 7 kali penundaan selama 7 tahun.
Tetapi, roket ruang angkasa ‘Naro’ gagal mengorbitkan Satelit Ilmiah dan Teknologi 2 atau STSAT 2 di posisi yang telah ditentukan. Setelah diluncurkan, dalam waktu 55 detik, ‘Naro’ berhasil menembus kecepatan suara.
Pada ketinggian 177 kilometer diatas permukaan bumi, tutup pelindung satelit atau ‘fairing’ dilepaskan, dan pada detik ke-232 setelah peluncuran, roket tahap pertama ‘Naro’ berhasil dipisahkan, namun salah satu tutup pelindung satelit tetap menempel pada bagian roket tahap kedua.
Kecelakaan itu mengakibatkan penurunan kecepatan ‘Naro’, sehingga gagal mengorbitkan satelit sekaligus membuat ‘Naro’ lenyap di atmosfir, setelah jatuh dan terbakar.

Ekspor teknologi pembangunan reaktor nuklir Korea
Untuk pertama kali dalam 50 tahun sejarah teknologi nuklir, Korea Selatan mengekspor teknologi pembangunan reaktor nuklir penelitian kepada Yordania.
Menurut Departemen Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Korea Selatan, pada 4 Desember, Korea Selatan terpilih sebagai mitra runding utama bagi pelaksanaan pembangunan reaktor nuklir penelitian tersebut yang bernilai sekitar 200 miliar Won untuk mencapai kontrak kerja pada bulan Maret tahun 2010 mendatang.
Keberhasilan ekspor tersebut merupakan yang ke-tiga kalinya, setelah Argentina dan Rusia.

Penemuan teknologi kombinasi Graphene, bahan nano yang baru
Tim riset Profesor Hong, Byong Hee, Universitas Sung Kyun Kwan Korea dan tim riset doktor Choi, Jae Young, dari perusahaan Samsung Elektronik Korea, 14 Januari 2009, berhasil mengembangkan teknologi kombinasi Graphne, bahan nano baru yang dapat diterapkan pada proses produksi semikonduktor, dengan garis tengah 10 senti meter.
Keberhasilan teknologi tersebut akan dapat membuka era impian, antara lain komputer yang dapat dikenakan, gelang telepon seluler dan kertas elektronik. Ditambah lagi, bahan Graphene dapat diterapkan untuk memproduksi display yang luwes dan transparan.

Peta genom seorang warga Korea Selatan
Untuk pertama kali, 3 miliar pasang genom seorang warga Korea Selatan berhasil diurai secara lengkap.
Menurut ketua Institut Pengkajian Obat-obatan Kanker dan Diabetes Universitas Gachon dan Institut Rekayasa Genetika dari Pusat Bioinformasi Nasional Korea, berhasil mengurai peta genom seorang warga Korea Selatan.
Tujuan utama riset ini, menetapkan peta genom seorang warga Korea, yakni dokter Kim Song Jin, sebagai tahap pendahuluan untuk membentuk standar genom orang Korea.
Standar genom itu, dapat dimanfaatkan untuk menyelidiki gen yang berkaitan langsung atau tidak langsung dengan penyakit berdasarkan analisa genom orang Korea.
Selama ini, Korea Selatan menerapkan standar genom warga asing yang disimpan oleh Pusat Kesehatan Nasional Amerika Serikat, NIH untuk menyelidiki mutasi gen, misalnya variasi multi dimensi lapisan tunggal, SNP yang menyebabkan perbedaan genetika bagi setiap orang Korea. Dengan kata lain, selama ini, Korea Selatan menerapkan standar asing untuk mengukur standar Korea. Keberhasilan kali ini akan dapat mewujudkan tindakan pencegahan, pengobatan dengan tepat dan penentuan jenis penyakit berdasarkan ilmu rekayasa genetika yang telah maju.

Perdebatan terkait penetapan zona bisines ilmu pengetahuan di kota Sejong
Pemerintah Korea Selatan merencanakan untuk merevisi rancangan proyek pembangunan kota Sejong menjadi zona bisnis ilmu pengetahuan, seperti halnya Silicon Valley, atau Research Triangle Park di Amerika Serikat.
Rencana penetapan zona bisnis ilmu pengetahuan di kota Sejong menimbulkan perdebatan di masyarakat Korea Selatan.
Berita lain
Tim riset Profesor Soh Sang Hee, dari Universitas Choong Nam Korea berhasil mengembangkan vaksin flu tipe baru, N1N1. Sementara itu, tim riset Korea Selatan lainnya berhasil mengembangkan lensa nano, ratusan kali lipat lebih tipis dari sehelai rambut, yang dapat mengatasi batasan frekuensi sinar. Lebih jauh lagi, ilmuwan dan teknisi Korea Selatan dalam tahun 2009 ini, berhasil mengembangkan berbagai ciptaan baru, termasuk anjing neon, transistor spin dan mesin 8 katub secara mandiri.(Kbs World)

Iklan
  1. gobex90
    12 Desember 2011 pukul 3:59 pm

    kita jauh ketinggalan……

    Suka

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: