Beranda > Berita tekhnologi > Ponsel Diusulkan Diberi Label Berbahaya

Ponsel Diusulkan Diberi Label Berbahaya

Jakarta – Legislator di AS meminta ponsel diberikan label peringatan yang diharapkan mampu memicu penggerakan di seluruh dunia bahwa penggunaan perangkat itu berbahaya.

Wakil partai Demokrat, Andrea Boland mengajukan usulan agar ponsel baru dilengkapi dengan peringatan bahaya kanker otak layaknya kasus rokok. Dia tetap mendorong disahkannya legislasi tersebut, meskipun masih kekurangan bukti ilmiah.

Legislasi tentang kanker otak akibat radiasi ponsel juga dibahas bulan ini di Australia.

Andrea Boland mengatakan radiasi yang berasal dari sinyal ponsel meningkatkan risiko kanker otak, khususnya bagi pengguna berusia di bawah 18 tahun.

Opininya itu didukung oleh studi oleh Institut Swedia pada tahun 2006 yang menunjukkan adanya korelasi antara tumor otak dengan penggunaan ponsel secara berlebihan.

“Hal utama yang penting adalah label peringatan disisipkan di ponsel dan ketika orang membeli ponsel mereka memikirkan dengan baik tentang manfaat dan kerugiannya,” ujar Boland.

“Ini adalah sesuatu yang besar bagi industri dan modifikasi kecil itu meyakinkan orang, mereka harus memperlakukan segala sesuatunya dengan baik,” tambah Boland.

Randal Markey, Manajer Komunikasi Asosiasi Telekomunikasi Mobile Australia mengatakan, “dapat dipahami bila orang khawatir tentang ponsel karena pengalaman kontroversial mereka dengan tembakau dan asbes.”

“Kami tidak mengharapkan tiap orang menerima asuransi karena keamanan ponsel. Industri kita bergantung kepada opini para ahli kesehatan internasional. Tidak ada bukti yang cukup menunjang frekuensi suara melanggar keamanan internasional dan menyebabkan efek terhadap kesehatan,” ujar Markey.

WHO melakukan studi terhadap telepon dan dampaknya pada tahun 2005 dan menemukan bahwa tidak ada bukti meyakinkan terhadap peningkatan risiko kanker dari radiasi ponsel ataupun pemancarnya.

Randal Markey mengatakan jika orang khawatir tentang bahaya radiasi ponsel, maka secara praktis dapat mengurangi kontak langsung terhadap ponsel dengan menggunakan handsfree, membesarkan suara, hanya mengirim SMS atau membatasi jumlah panggilan telepon.

Di Australia terdapat lebih dari 22 juta ponsel. Hingga November 2009, lebih dari 8,35 juta handset masuk ke Australia, turun jika dibandingkan dengan 2007 yakni sebesar 9,3 juta unit. Sebagian besar pemasaran di wilayah Pasifik adalah di Australia.( *Sumber:Inilah.com )

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: