Beranda > Kesehatan > Stop Takar Dosis Obat Dengan Sendok!

Stop Takar Dosis Obat Dengan Sendok!

Menakar obat dengan sendok dapur justru merancukan dosis obat. Jadi mulai sekarang, hentikan kebiasaan tersebut agar anggota keluarga mendapatkan dosis obat yang akurat.
Dilansir dari webmd.com, Selasa (12/1/2010) menggunakan sendok untuk mengukur obat-obatan berbentuk cair, seperti sirup obat batuk membuat dosis obat kacau balau; kelebihan ataupun kekurangan.
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa jumlah obat cair yang dituangkan ke dalam sendok tergantung pada ukuran sendok itu sendiri. Inilah yang menyebabkan dosis obat tidak tepat.
“Para partisipan kekurangan dosis obat sekira 8,4 persen dari dosis yang disarankan saat menggunakan sendok ukuran medium dan kelebihan dosis obat sekira 11,6 persen saat menggunakan sendok ukuran besar,” tulis peneliti Brian Wansink PhD, dari Cornell University, dan para koleganya dalam jurnal Annals of Internal Medicine.
Food and Drugs Association (FDA) menegaskan, hentikan penggunaan peralatan dapur untuk mengukur dosis obat cair. Sayangnya, para peneliti mengatakan, banyak orang masih menggunakan sendok saat menuangkan obat untuk diri mereka maupun anggota keluarga lainnya.
Dalam kajian tersebut, para peneliti meminta 195 mahasiswa yang sebelumnya menjadi pasien klinik kesehatan Cornell University saat musim dingin dan flu untuk menuangkan 5 ml dosis obat flu ke dalam berbagai ukuran sendok dapur.

Awalnya, mereka diberikan sebotol penuh obat flu. Kemudian, para peneliti meminta mereka untuk menuangkan 5 ml dosis obat pada sebuah sendok teh ukuran 5 ml.
Para partisipan juga diminta menuangkan obat dengan dosis yang sama ke dalam sendok makan ukuran medium dan sendok yang lebih besar. Setelah menuang, para partisipan terlihat sangat percaya diri bahwa mereka telah menuangkan obat dengan dosis yang tepat.
Lalu, para peneliti menunjukkan seperti apa ukuran 5 ml itu dengan sendok takaran yang benar. Hasilnya, jumlah obat yang telah dituangkan para partisipan berbeda.
Mereka kelebihan dosis sekira 11,6 persen ketika menggunakan sendok yang lebih besar dan kelebihan dosis sekira 8,4 persen saat menggunakan sendok ukuran medium.
Para peneliti mengatakan, sebenarnya, konsekuensi kesalahan pengukuran dosis obat dengan sendok teh sekira 8-12 persen bisa diminimalisir. Sebab, kesalahan dalam kelebihan dan kekurangan dosis terakumulasi pada orang yang sakit yang mendosiskan obat untuk diri mereka tiap 4-8 jam selama beberapa hari.
Mereka mengatakan, hasil penelitian menegaskan bahwa lebih aman dan efektif menggunakan sendok takaran, dropper , dan dosis injeksi untuk menyalurkan obat cair daripada menakar jumlah tuangan dosis dengan sendok dapur.(okezone.com/suaramedia.com)
Iklan
Kategori:Kesehatan Tag:
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: