Beranda > Serba-serbi > Arti Nomor Rangka Kendaraan Bermotor

Arti Nomor Rangka Kendaraan Bermotor

Nomor Rangka atau Frame No. atau istilah kerennya Vehicle Identification Number (VIN) adalah nomor seri yang unik yang digunakan oleh industri otomotif untuk mengidentifikasi individu kendaraan bermotor. Tapi tahu kah agan2 sekalian bahwa nomor tersebut mempunyai arti tertentu?

Pertama kita mulai dengan sejarah mengenai kode VIN.
Sejak tahun 1981, diberlakukan standar jumlah karkater VIN yaitu sepanjang 17 digit.
Saat ini setidaknya ada empat standar yang digunakan, yaitu:

  • FMVSS 115, Part 565: digunakan di United States dan Canada
  • ISO Standard 3779: digunakan di Eropa dan beberapa negara lainnya (termasuk Indonesia).
  • SAE J853: sama seperti ISO
  • ADR 43 digunakan di Australia

Karena di Indonesia menggunakan standar ISO 3779, maka kita akan bahas mengenai arti dari VIN berdasarkan ISO 3779.

Secara ISO 3779 kode VIN tersebut dibagi menjadi 3 bagian yaitu 3 digit pertama WMI (World Manufacture Identifier), digit ke 4-9 VDS (Vehicle Descriptor Section) dan 8 digit terakhir adalah VIS. Baiklah sekarang kita akan bahas satu persatu.

WMI (World Manufacture Identifier)
Tiga karakter pertama secara unik mengidentifikasi produsen kendaraan menggunakan World Manufacture Identifier atau kode WMI.
Digit ke-1 : Kode Regional Area (Afrika, Asia, Eropa, Amerika Utara, Ocenia dan Amerika Selatan)
Digit ke-2 : Kode Negara
Digit ke-3 : Kode Manufaktur atau Kategori Kendaraan. Y=Suzuki, F=Toyota, R=Honda, K=Daihatsu.

Daftar Kode Negara:

VDS (Vehicle Descriptor Section)

Digit ke-4 sampai dengan digit ke-8 disebut Vehicle Descriptor Section atau kode VDS. VDS ini berisi tentang tipe kendaraan termasuk didalamnya jenis mesin, model kendaraan, dan tipe body kendaraan. Sedangkan Digit ke-9 merupakan Check Digit.

VIS (Vehicle Identifier Section)
Digit ke-10 sampai dengan digit ke-17 digunakan sebagai Vehicle Identifier Section atau kode VIS. Kode ini tahun pembuatan kendaraan, kode Plant dan nomor urut kendaraan.

Digit ke-10 : Merupakan kode tahun pembuatan kendaraan.

Digit ke-11 : Ini adalah kode Plant/Pabrik perusahaan.

Digit ke-12 – 17 : Nomor seri kendaraan.

Contoh:

Dari nomor rangka diatas dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Kode Regional digit ke-1 = M, karena M terletak diantara J-R artinya berarti kendaraan ini dibuat di Asia.
2. Kode Negara digit ke-2 = H, cara mengeceknya adalah gabungkan kode Regional dan Kode Negara maka akan didapat MH. Karena MH terletak diantara MF-MK maka kendaraan ini buatan Indonesia.
3. Kode Manufacture digit ke 3 = F, masing-masing manufaktur punya kode tersendiri. F=Toyota
4. Kode Mesin/Model/Body digit ke 4-8 = E2CK3
5. Check Digit = J
6. Tahun pembuatan digit ke-10 = 9, artinya kendaraan ini dibuat tahun 2009.
7. Kode Plant/Pabrik digit ke-11 = K, sama seperti kode manufaktur masing perusahaan punya kode sendiri.
8. Nomor seri kendaraan digit ke-12 – 17 = 00xxx8

Oke, sekarang coba buka STNK mobil atau motor anda apakah tahun pembuatan sesuai dengan nomor rangkanya?

Iklan
  1. ime
    8 Maret 2010 pukul 7:51 am

    Ciamil puol penjelasannya.
    Sangat membantu saya.
    Terima kasih

    Suka

  2. SAHAT
    24 Agustus 2011 pukul 12:05 pm

    klo nomor rangka begini : AE1110006469 gmn penjelasannya ya?
    tolong kasih tahu……..
    TRIMS….

    Suka

  3. niko
    14 September 2011 pukul 11:58 am

    dimn nomor rangka mobil toyota herrier tahun 2003…..

    Suka

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: