Beranda > Serba-serbi > Banyak Anak-anak Mendengar Suara Gaib

Banyak Anak-anak Mendengar Suara Gaib

New York – Satu dari sepuluh anak-anak berusia tujuh hingga delapan tahun mendengar suara-suara gaib, menurut sebuah studi baru.

Namun, sebagian besar anak-anak yang mendengar suara-suara gaib itu tidak merasa terganggu, kata tim peneliti. “Suara-suara ini pada umumnya memiliki dampak yang terbatas dalam kehidupan sehari-hari,” kata Bartels-Agna A. Velthuis dari University Medical Center Groningen di Belanda dalam emailnya kepada Reuters Health.

Dan orangtua yang anaknya mendengar suara-suara gaib itu tidak boleh terlalu khawatir, tambahnya. “Dalam kebanyakan kasus, suara-suara itu akan hilang begitu saja. Saya akan sarankan kepada mereka untuk meyakinkan anak mereka dan untuk mengawasinya lebih dekat.”

Hingga 16 persen dari anak-anak dan remaja yang sehat secara mental kemungkinan mendengar suara-suara gaib, tulis para peneliti dalam British Journal of Psychiatry.

Sementara mendengar suara-suara gaib dapat menjadi sinyal risiko skizofrenia dan gangguan psikotik lainnya di kemudian hari, “sebagian besar” dari kaum muda yang memiliki pengalaman-pengalaman ini tidak pernah menjadi sakit jiwa.

Untuk lebih menyelidiki soal ini dan apakah hal ini berhubungan dengan perkembangan dan faktor-faktor perilaku, para peneliti mensurvei 3.870 murid sekolah dasar Groningen. Semua murid ditanyai apakah mereka telah mendengar “satu atau lebih suara-suara yang hanya dia yang bisa mendengar” dalam setahun terakhir.

Sembilan persen dari anak-anak menjawab ya. Hanya 15 persen dari anak-anak ini mengatakan suara-suara gaib itu menyebabkan mereka menderita serius, dan 19 persen mengatakan suara-suara itu mengganggu pemikiran mereka. Anak laki-laki dan perempuan sama-sama melaporkan mendengar suara-suara gaib, tetapi anak perempuan yang lebih besar melaporkan penderitaan dan kecemasan karena suara-suara itu.

Sementara penelitian sebelumnya menghubungkan komplikasi di dalam rahim atau selama masa kanak-kanak awal dengan kemungkinan mendengar suara-suara gaib, Bartels-Velthuis dan timnya tidak menemukan hubungan tersebut.

Peneliti itu mengatakan bahwa ia dan rekan-rekannya memperkirakan bahwa mendengar suara-suara gaib akan lebih umum di antara anak-anak perkotaan daripada di antara rekan-rekan mereka di pedesaan, “tapi kami terkejut, sebaliknya yang terjadi di sampel kami. Kami tidak memiliki penjelasan atas temuan ini.”

Walaupun anak-anak perkotaan cenderung tidak mendengar suara-suara gaib, mereka lebih terganggu oleh suara-suara itu, kata para peneliti. Mereka lebih cenderung untuk melaporkan mendengar beberapa suara sekaligus, suara-suara berbicara untuk waktu yang lebih lama, dan suara-suara yang mengganggu pemikiran mereka.

Keparahan yang lebih besar ini menunjukkan bahwa anak-anak perkotaan yang mendengar suara-suara gaib mungkin memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengembangkan penyakit psikotik, kata peneliti.

Bartels-Velthuis dan timnya sekarang melakukan sebuah studi lanjutan lima tahun terhadap anak-anak untuk melihat bagaimana suara-suara gaib terjadi dan apa efeknya, jika ada, terhadap perilaku.(TempoInteraktiif.com)

Iklan
  1. alice pngen gituan
    12 Februari 2010 pukul 12:34 am

    😕
    🙂

    Suka

  2. 13 Februari 2010 pukul 6:06 am

    Alhamdulillah sy punya pengalaman dengar suara itu 1 kali ,tak perlu risau sbg muslim, justru itu satu bukti nyata bahwa memang kehidupan lain itu ada .Tanpa itu sy mngkin akan tetap penasaran sampai tua.Yg penting tahu kalau itu adalah gangguan ,bukan petunjuk. .Sang Pembelajar.www.alamsh4.wordpress.com

    Suka

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: