Beranda > Berita tekhnologi, Serba-serbi > Persiapan penyelamatan BUMI (gadget)

Persiapan penyelamatan BUMI (gadget)

1. PowerLeap: lantai yang menghasilkan energi listrik

PowerLeap adalah layaknya sebuah lantai (tile) yang dapat menghasilkan energi listrik dengan cara berjalan di atasnya.
Dengan menggunakan teknologi yang disebut Piezoelectricity, PowerLeap mendapatkan energi dari manusia melalui sistim mekanik yang ada.
Pada penelitiannya, jika PowerLeap(100cm x 30cm) di gunakan secara konstan selama 10 menit dapat menghasilkan 3000 watt yang cukup untuk menghidupkan computer dalam waktu beberapa menit.
Jadi bisa dibayangkan berapa banyak enegi listrik yang bisa dihasilkan bila lantai seperti ini dipasang di sebuah mall dengan begitu banyak orang yang berlalu lalang.

kalo powerleap segede mall bisa berapa juta watt yg dihasilkan

PowerLeap diciptakan oleh Elizabeth Redmond yang umurnya baru 23 tahun dan dia sendiri berharap teknologi ini bisa segera direalisasikan untuk mengatasi krisis listrik saat ini, terutama mungkin di Indonesia supaya tidak perlu bergiliran lagi dimatiin sama PLN.

2. KNEE MOUNTED POWER GENERATOR

Bicara mengenai teknologi energi kinetik (Kinetic Energy) yaitu energi yang didapat dari suatu pergerakan, ini salah satu ide yang cukup bagus untuk segera dibuat dan dijual di pasaran.
Alat ini dipasangkan di lutut ini akan menghasilkan energi yang dapat menjalankan gadget kecil seperti MP3 player atau HP.
Untuk mendapatkan sumber energi, cukup berjalan atau berlari saja maka energi akan dihasilkan.
Jangan takut bahwa alat ini akan dapat mencederai lutut anda karena alat ini sendiri sangat ringan dan tidak akan mengganggu aktivitas anda.
Masih sebatas konsep tapi kami yakin sekali bahwa alat ini akan segera “meluncur” di pasaran dalam waktu dekat.

jika ini dilakukan oleh 1 orang saja dirumah anda(yg suka berjalan kaki), maka biaya rumah tangga anda untuk listrik akan berkurang sekitar 2%-5%
3. Tanpa Lampu

Vincent Gerkens, berkebangsaan Belgia telah mendesain Blight, sebuah penutup jendela (window blind) yang terbuat dari sirip-sirip bahan khusus yang bersusun (blind) yang bisa menggantikan fungsi lampu penerangan di dalam ruangan.

Fungsi utamanya masih sebagai penutup jendela untuk mengurangi sinar matahari yang masuk ke dalam ruangan. Tetapi dengan ditambahkannya sentuhan teknologi, maka fungsionalitasnya menjadi bertambah. Yang menarik dari desainnya tidak hanya fungsinya sebagai pengganti lampu, tetapi tidak diperlukannya listrik memberikan nilai tambah. Blight tidak memerlukan jaringan listrik untuk bekerja sebagai lampu.

Menurut Gerkens, Blight yang dibuat dengan gaya Venesia dengan permukaan siripnya lebih lebar. Dua jenis teknologi yang diterapkan padanya, yaitu panel surya fleksibel yang dipasang pada sisi luar sirip dan siripnya sendiri yang terbuat dari bahan electroluminescent.

Pada siang hari panel surya akan menyerap energi matahari dan ketika malam tiba, energi tersebut akan diubah menjadi cahaya lampu oleh lembaran-lembaran sirip.

Inovasi yang hampir tidak berbeda jauh juga pernah dibuat oleh Damien Savio, lulusan desainer industri di Australia yang menjadi finalis Australian Design Awards-Dyson Student Award. Damien menamakan desain yang sedang dalam proses patent tersebut dengan lightway.

Perbedaannya hanya pada fokus desain. Damien Savio menggunakan kaca jendela nako yang dibuat dari panel surya transparan dengan organic led emitting diode (OLED) sebagai lampu penerangannya. Baterai berukuran kecil disimpan pada frame nako yang bisa dilepas dan berfungsi menjadi semacam lampu senter.

Ternyata untuk menghasilkan sesuatu yang “hijau” masih banyak ruang yang bisa dimanfaatkan.

Ane ngebayangin klo tiap gedung make nih alat berapa juta yah yg bisa di hemat ma mereka, kan lumayan tuh untuk donasi
4.Ajari anak hemat energi dengan Power-Hog

Pentingnya hemat energi perlu diterapkan bagi anak-anak sejak dini. Anda bisa membuat peralatan yang bekerja mirip dengan meteran listrik di rumah, hanya perlu sedikit modifikasi. Salah satu prototip yang bisa ditiru adalah Power-Hog.
Power-Hog, sebenarnya serupa dengan celengan berbentuk babi lucu untuk mengatur berapa lama listrik digunakan. Dengan memasukkan koin atau uang logam ke dalam celengan tersebut, secara tidak langsung anak-anak dilatih untuk peka terhadap pemakaian energi listrik.

Power-Hog bekerja dengan menghubungkan stop kontak ke peralatan elektronik. Uang logam yang dimasukkan akan mengaktifkan peralatan tersebut dan menghubungkan peralatan elektronik selama 30 menit. Jika ingin menggunakannya lagi, maka jumlah uang logam harus ditambahkan.

Desain yang sederhana dan unik, tapi cukup mendidik anak-anak untuk lebih menghemat listrik.(kaskus.us)

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. 17 Agustus 2011 pukul 12:51 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: