Beranda > Berita Korea, International > Guncangan Dunia Akibat Gempa Bumi yang Dahsyat di Chili

Guncangan Dunia Akibat Gempa Bumi yang Dahsyat di Chili

»Gempa bumi berkekuatan 8,8 Skala Richter di Chili
Pukul 3.34 menit dini hari pada tanggal 27 Pebruari lalu, bencana alam gempa bumi dahsyat terjadi di suatu tempat, sejauh 115 kilomter dari Concepcion, kota terbesar kedua di Chili, dengan kekuatan 8,8 skala Richter. Gempa bumi di Chili kali ini berkekuatan 800 sampai 1.000 kali lipat lebih dahsyat daripada gempa bumi di Haiti bulan Januari lalu yang menewaskan sekitar 300 ribu jiwa. Serangan gempa bumi tersebut menghancurkan berbagai sarana infrastruktur sosial termasuk telekomunikasi dan saluran listrik, sekaligus membawa Tsunami besar-besaran. Gempa bumi Chili memakan korban sekitar 700 orang tewas atau hilang. Apa penyebab terjadinya gempa bumi tersebut?

»Penyebab gempa bumi di Chili, setelah bencana alam di Haiti
Menurut ahli geologi, tipe gempa bumi Chili kali ini digolongkan sebagai ‘megathrust’, persis sama dengan gempa bumi besar di Sumatera, Indonesia pada tahun 2004. Megathrust terjadi akibat pergeseran atau tabrakan 2 kerak bumi raksasa sehingga menimbulkan energi yang tak dapat terhitung skalanya. Misalnya, suatu gempa bumi dapat menimbulkan energi hingga 50 giga ton, hampir sama dengan kekuatan peledakan ribuan bom atom. Wilayah Chili terletak di atas garis perbatasan antara Nazca Plate, kerak maritim dengan Amerika Latin Plate, dan kerak kontinental sehingga sering aktif terjadi gempa bumi. Chili pernah mengalami gempa bumi berkekuatan 9,5 skala Richter pada tahun 1960, yang merupakan bencana alam paling mengerikan dalam sejarah gempa bumi dunia.

»Ketakutan terhadap gempa bumi
Sebagaimana kita ketahui, wilayah cekung Pasifik, dapat dikatakan sebagai zona yang paling aktif dengan kegiatan gempa bumi di dunia. Cekung Pasifik terdiri dari berbagai kerak bumi yang saling bergeseran, mencakup dari Chili, Amerika Selatan, sampai Alaska, Amerika Utara, kepulauan Jepang, wilayah Asia Tenggara dan pulau-pulau di Pasifik. Cekung-cekung itulah yang kemudian menimbulkan gempa bumi baik di atas kerak bumi maupun di bawah laut. Misalnya gempa bumi di propinsi Ssuchuan RRC pada tahun 2008, ledakan gunung api Saint Helena, Amerika Serikat pada tahun 1980, dan bencana alam gempa bumi di kota Kobe, Jepang pada tahun 1995, merupakan bencana-bencana yang terjadi dalam zona Cekung Pasifik. Menurut ahli geologi, kota Istanbul, Turki juga sangat berpotensi untuk mengalami gempa bumi karena terletak di atas kontak zona antara kerak bumi Afrika dengan kerak bumi Eurasian. Adakah kemungkinan akan terjadi gempa bumi di Semenanjung Korea?

»Apakah Semenanjung Korea akan aman dari gempa bumi?
Pada tanggal 9, bulan Pebrari lalu, penduduk kota Siheung, propinsi Kyeonggi Korea Selatan menderita guncangan tiba-tiba akibat terjadinya gempa bumi berkekuatan 3,0 skala Richter. Kini, fenomena alam gempa bumi relatif lebih sering terjadi di Semenanjung Korea. Pada tahun 2009 lalu, masyarakat Korea Selatan mengalami sekitar 60 kali gempa bumi dengan skala kecil karena Semenanjung Korea juga termasuk dalam kerak Eurasian.

»Persiapan untuk mencegah dampak negatif akibat gempa bumi
Penyebab bencana alam gempa bumi belum diketahui secara keseluruhan, meskipun sudah ada teori pemindahan kontinental atau ekspansi dasar laut. Menurut ahli geologi, di dalam bumi sering terjadi gempa bumi sebanyak seribu sampai lima ribu kali setiap hari, tanpa adanya tanda pendahuluan apapun. Dengan kata lain, ilmu pengetahuan dan teknologi canggih dewasa ini, tidak dapat mendeteksi gejala akan terjadinya gempa bumi. Oleh karena itu, kita sangat memerlukan sistem yang bisa mengawasi, memantau dan mengintai gejala gempa bumi sambil menyediakan persiapan antiserangan gempa bumi.(Kbsworld)

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. 25 Juli 2011 pukul 11:52 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: