Beranda > Kesehatan > Menyusui Membuat Pinggang Lebih Langsing

Menyusui Membuat Pinggang Lebih Langsing

San Fransisco – Sudah banyak diketahui beragam manfaat pemberian air susu ibu (ASI) bagi bayi. Tapi para peneliti menemukan pemberian ASI juga bermanfaat bagi sang ibu.

Hasil studi terbaru memperlihatkan bahwa lemak di area sekitar perut perempuan yang menyusui berkurang, bahkan puluhan tahun kemudian setelah ia tak lagi menyusui. Penelitian ini dipresentasikan di Konferensi Jantung Amerika tentang kesehatan kardiovaskular di San Fransisco, Amerika Serikat, awal Maret ini.

Perempuan paruh baya yang secara konsisten menyusui anak-anaknya memiliki lingkar pinggang rata-rata 2,6 inci lebih kecil dibandingkan dengan perempuan yang tidak pernah menyusui sama sekali.

“Perut merupakan tempat yang paling tidak sehat bagi perempuan untuk menyimpan lemak, dan menyusui sepertinya menjadi target lemak ini,” kata penulis penelitian tersebut, Candace Mcclure, kandidat doktor di Universitas Pittsburgh.

ASI sangat bermanfaat bagi bayi, termasuk mengurangi risiko infeksi pendengaran, asma, masalah perut, penyakit pernapasan, alergi kulit, diabetes, dan sindrom kematian balita mendadak. Sedangkan bagi ibu menyusui, penelitian memperlihatkan, pemberian ASI menurunkan risiko terkena dua jenis diabetes, kanker payudara, kanker ovarium, dan depresi melahirkan.

Penelitian baru-baru ini juga menemukan, perempuan yang memberikan ASI berkurang risikonya terkena penyakit jantung dan faktor-faktor penyebabnya seperti diabetes dan sindrom metabolisme. Banyak ahli mengira bahwa bukan hanya ekstra-kalori yang keluar saat menyusui yang bermanfaat, tetapi pemberian ASI membantu perempuan lebih cepat mengurangi lemak di area perut. Lemak perut adalah faktor risiko terkena penyakit jantung.

Untuk melihat efek menyusui terhadap ukuran perut, McClure dan rekannya mereview data 351 perempuan yang berpartisipasi dalam penelitian kesehatan perempuan yang diadakan sejak 2001 hingga 2003.

Pada awal penelitian, perempuan dengan usia rata-rata 51 tahun dan rata-rata memiliki dua orang anak, dilahirkan rata-rata 19 tahun lalu. Kelompok perempuan ini terdiri dari 43 perempuan berkulit hitam dan 57 perempuan berkulit putih, 84 persen di antaranya memiliki latar belakang pendidikan menengah atau lebih.

Kemudian, mereka dibagi dalam kelompok, 29 persen di antaranya tidak pernah menyusui, 29 persen lainnya menyusui secara tidak konsisten atau kurang dari tiga bulan, dan 42 persen menyusui secara konsisten semua anak-anaknya, setidaknya tiga bulan tiap anak.

Perempuan yang telah memasuki pra-menopause atau sedang di awal masa pra-menopause dan tidak pernah menyusui, ternyata memiliki 28 persen lebih banyak lemak di perutnya daripada mereka yang secara konsisten menyusui. Perempuan yang tidak pernah menyusui memiliki lingkar pinggul 2,6 inci lebih besar daripada mereka yang menyusui. Dan, rasio pinggang ke pinggulnya, rata-rata lebih tinggi 4,7 persen. Rasio pinggang ke pinggul juga digunakan untuk menakar risiko kardiovaskular: semakin tinggi hasilnya, semakin besar risiko terkena penyakit jantung.

Meski demikian, penelitian ini masih menyisakan pertanyaan. Apakah manfaat itu dikarenakan perempuan menyusui atau mereka memang memiliki gaya hidup yang sehat selama hidupnya. Tetapi, inti dari penelitian ini, perempuan yang menyusui melakukan sesuatu yang baik untuk anak-anaknya maupun untuk dirinya sendiri.(Tempointeraktif)

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: