Beranda > Berita tekhnologi > Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya Terapung

Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya Terapung

Sebuah perusahaan Korea Selatan berhasil mengembangkan sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terapung untuk pertama kali di dunia. Sistem baru ini memiliki Panel sel surya yang dapat mengambang di atas air agar memudahkan bergerak sesuai dengan perpindahan arah matahari untuk memproduksi energi listrik.
PLTS terapung ini mampu meminimalkan kerusakan hutan atau tanah pertanian, serta dapat meningkatkan efisiensi pembangkit energi listrik oleh pemutaran panel sel surya menuju arah ke matahari.

»»»Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya

Tenaga surya berarti tenaga energi listrik yang menggunakan cahaya matahari. Ini suatu cara yang dapat mengubah energi cahaya menjadi energi listrik. Cahaya surya bisa menyajikan energi tak terbatas jumlahnya kepada manusia sepanjang matahari tetap bersinar. Tentunya, tenaga surya ini sedang menjadi perhatian besar oleh berbagai negara termasuk Korea Selatan. Pada dasarnya, tenaga surya ini adalah energi yang dapat diperbarui secara terus menerus tanpa menimbulkan kerusakan lingkungan atau polusi. Walaupun biaya operasi untuk memproduksi listrik sangat ekonomis kalau fasilitas ini telah terpasang, biaya pembangunan sistem ini pada awalnya sangat mahal karena harga panel sel surya masih sangat mahal.
Baru-baru ini, sejumlah negara di dunia sedang bersaing ketat untuk cukup memperoleh sumber energi. Selain harga bahan bakar tinggi, masyarakat dunia sedang cemas bahwa minyak yang selama ini menjadi sumber bahan bakar terbesar di dunia tidak lama lagi akan terkuras habis pada suatu hari masa depan. Itulah alasan tepat mengapa banyak negara di dunia sedang berlomba dan bersaing ketat untuk mengembangkan sumber energi dapat diperbarui ini. Nasib suatu negara di masa depan tergantung pada perolehan sumber energi stabil dalam jangka pendek dan mengembangkan energi daur ulang baru yang ekonomis dan sekaligus ramah lingkungan dalam jangka panjang.

»»»Contoh Sistem Pembangkit Listrik Surya

Contoh paling dikenal baik Sistem Pembangkit Listrik Surya adalah rumah surya, yang mengumpulkan cahaya surya melalui panel sel yang dipasang di atas atap rumah dan mengubahnya menjadi energi listrik. Listrik yang diproduksi oleh panel adalah listrik D.C yang dirubah oleh konverter dengan listrik A.C sebelum digunakan di rumah tangga. Listrik yang tersisa setelah penggunaan di rumah dikirim ke Perushaan Energi Listrik Korea, KEPCO dan pihak KEPCO membayar kepada rumah tangga atas energi listrik yang diproduksi berlebihan. Saat listrik dikirim ke KEPCO, arah pemutaran meteran listrik di rumah surya itu akan terbalik. Saat mendung atau hujan, listrik tetap bisa diproduksi, tetapi jumlah listrik yang diproduksi saat itu sangat kecil, maka rumah tangga itu bisa mengalami kekurangan tenaga listrik. Dalam keadaan itu, listrik dari KEPCO akan memasok listrik kepada rumah surya itu secara otomatis. Biasanya, rumah itu masih harus membayar biaya listrik karena panel surya belum cukup memproduksi listrik untuk seluruh pemakaian mereka sepanjang hari, tetapi biaya tagihan pengguna listrik mereka bisa lebih hemat dariapda rumah tangga biasa.

»»»Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya Terapung

Skala rumah surya relatif kecil. Oleh karena itu, sistem pembangkit listrik berskala besar dibutuhkan untuk lebih banyak rumah untuk memanfaatkan sumber energi baru itu. Secara konvensional, untuk memasang sistem pembangkit listrik tenaga surya kita membutuhkan ruang lahan berskala luas seperti lahan pertanian terbuka atau hutan luas. Hal ini dapat memakan lahan banyak dan tak dapat dihindari adanya kemungkinan kerusakaan lingkungan. Akan tetapi, sistem PLTS terapung telah dikembangkan bersama oleh Perusahaan Pengembang Energi Terbarui, Solkis dan Lembaga riset pengembangan energi baru di Universitas Nasonal Jeonbuk. Sistem ini hanya menggunakan danau atau waduk untuk memasang panel.
Modul sel surya dipasang di atas kerangka yang dibuat untuk memutar di atas permukana air untuk mengejar gerakan matahari. Karena sistem PLTS terapung ini dipasang di atas air, tidak membutuhkan lahan atau hutan luas untuk memasangnya. Para pengembang juga mengklaim bahwa sistem PLTS di atas air yang baru itu 35 persen lebih efisien dariapda sistem di atas lahan, karena modul sel atau panel sel surya selalu memutar ke arah matahari seperti bunga matahari dan efek pendingin dalam air mencegah kenaikan temparatur panel tersendiri. Manufaktur dan pengembangan peralatan PLTS adalah sektor industri menjanjikan untuk masa depan. Sistem PLTS terapung yang dapat melestarikan lingkungan dan sekaligus mendapat efek energi besar diharapkan mampu diproduksi secara massal demi kepentingan masyarakat dan lingkungan, dan menjadi perhatian besar bagi seluruh negara di dunia yang dapat menyelematkan bumi dari berbagai bentuk polusi dan sekalgus sistem PLTS ini menjadi pasar dunia.(KBSWORLD)

Iklan
  1. 18 November 2010 pukul 11:28 pm

    kurasa yang terbaik untuk Indonesia adalah Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir

    Suka

  1. 17 Agustus 2011 pukul 12:50 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: