Beranda > Berita Korea > Pengaruh zat radioaktif di Korea

Pengaruh zat radioaktif di Korea

Lembaga Keselamatan Nuklir Korea -KINS melaporkan bahwa jumlah minimal zat radioaktif Xenon telah terditeksi di udara provinsi Gangwon sejak tgl. 23 Maret.
Maksimal kadar Xenon dalam udara itu ternyata 0,878 becquerel (Bq) per meter kubik, sama dengan tingkat radiasi 0,00650 nano-sievert (nSv) per jam, yang tidak berpengaruh dalam tubuh manusia. Kendatipun, persoalan radiasi tetap menimbulkan perdebatan sengit yang tak dapat dihindarkan.

»»Zat Radioaktif««
Zat dalam proses radioaktivitas mengeluarkan energi dari atom secara spontan. Tenaga nuklir tidak lain adalah energi tersebut. Radiasi dimanfaatkan secara luas bukan hanya dalam tindakan medis seperti CT atau Sinar-X (X-ray) ataupun mengobati kanker dan berbagai industri termasuk tenaga nuklir, tetapi juga dalam ilmu pengetahuan termasuk ukuran isotop radioaktivitas. Radiasi bermuatan positif dalam banyak bidang, namun bilamana tubuh manusia terhinggap secara berlebihan dalam radiasi, dapat mengakibatkan hasil yang mematikan. Penyakit radiasi yang terutama adalah peningkatan jumlah sel darah putih secara tidak normal, demi terkena penyakit kanker atau kalau sangat besar, dampaknya menuju kematian. Efek ini akan diwariskan sampai generasi berikutnya, termasuk kelahiran bayi cacat. 2 jenis zat radioaktif, yang berada di dalam situasi alam dan tak berujud.

»»Xe-133««
Xenon Radioaktivitas (Xe-133) yang terdeteksi di Gangwon kemungkinan besar sebagian bahan zat radiasi yang bocor dari Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Fukushima di Jepang. Jumlah kebocoran semakin meningkat dan semakin meluas. Lebih khusus lagi, Xe-133 tidak terdapat dalam situasi alam. Angin barat tertiup sejak terjadinya gempa bumi, namun para pakar percaya bahwa zat radioaktifitas yang bocor dari PLTN di Fukushima telah melayang mengelilingi bumi. KINS berupaya mencari asal jejak pindahnya Xenon yang terdeteksi di Gangwon dan melaporkan bahwa zat radioaktif yang bocor itu, terbang melayang ke Semenanjung Kamchatka, lalu mengelilingi wilayah Kutub Utara dan Siberia dan kemudian pindah ke Semenanjung Korea. Demikian, kekhawatiran atas pengaruh kesehatan dari Xenon untuk warga penduduk Korea sedang timbul.

Perdebatan :

Sikap positif

Jika dalam skenario yang paling parah, seperti angin diduga bertiup kearah Korea, para warga penduduk di pulau Ulleung akan terkontaminasi kebocoran dari radiasi setingkat 0,9 mSv (0,3mSv x 3), masih kurang tercapai batas dosis radiasi tahunan yakni 1 mSv. Jumlah itu sama dengan se-per-sepuluh dari jumlah radiasi yang seorang terkontaminasi dengan kebocoran radiasi disaat proses tindak medis compated tomography CT scan. Tidak perlu khawatir secara serius. -KINS

Sikap prihatin

Meskipun jumlah kebocoran radiasi sangat minim, namun radiasi dapat berpengaruh kepada anak dan ibu hamil. Xenon yang terdeteksi di Gangwon berarti bahwa Korea juga telah dipengaruhi oleh radius radiasi. Pemerintah semestinya menahan diri dari opitimisme dan menaksirkan secara akurat situasinya dan memberitahukannya kepada publik.

(KBS World)

Sikap positif
Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. 25 Juli 2011 pukul 11:51 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: