Beranda > Kesehatan > [Hati-hati]Ciri-ciri Daging Oplosan,Glonggongan dan ayam tiren

[Hati-hati]Ciri-ciri Daging Oplosan,Glonggongan dan ayam tiren

Memasuki bulan puasa, harga daging, baik daging ayam maupun sapi mengalami kenaikan. Dan biasanya, kenaikan harga daging tersebut akan terus terjadi mendekati hari Lebaran.
Tapi gan ada yang lebih penting lagi selain harga daging naik, yaitu “DAGING OPLOSAN” “DAGING GLONGGONGAN” dan “DAGING AYAM TIREN”(Ayam Mati Kemaren ).

Saat ini emang lagi ramai kasus daging oplosan yaitu daging sapi yang dicampur dengan daging celeng (babi hutan).
Bagi konsumen muslim, masalah ini cukup serius karena babi terlarang (haram) untuk dikonsumsi. Bagi Anda yang suka makan daging, berikut ciri-ciri daging oplosan, daging gelonggongan (glonggongan) dan ayam tiren (mati kemaren) untuk menghindari Anda dari makanan yang meragukan secara agama dan berbahaya bagi kesehatan:

Apa itu Daging Oplosan?

Daging oplosan adalah daging sapi yang dicampur dengan daging celeng atau babi hutan. Tujuannya jelas memperoleh keuntungan lebih, dengan cara menipu konsumen yang tidak waspada.

Apa itu Daging Gelonggongan:

Adalah daging yang didapat dari hewan yang sebelum disembelih terlebih dahulu diminumi air secara berlebihan. Bahkan, tak jarang hewan bersangkutan pingsan karena kelebihan minum, baru dipotong.

Tujuan dari pemberian minum berlebih itu adalah untuk mendapatkan timbangan lebih berat sehingga harga jual yang diperoleh secara curang ini lebih mahal. (Harian Kompas).

Ciri-ciri:
A) Daging gelonggongan, yaitu memberatkan tubuh kambing atau sapi dengan memberikan air sebanyak-banyaknya.
1. Dijualnya tidak dengan cara digantung, melainkan digeletakkan di meja atau papan.
2. Kadar airnya sangat banyak, dapat dilihat di lantai tempat jualnya. Akan terlihat banyak air bercampur darah.
3. Warna daging lebih pucat karena kebanyakan air
4. Daging lembek dan cepat busuk

B) Daging oplos celeng
1. Serat daging celeng lebih lembut
2. Warna daging celeng lebih muda
3. Aroma daging celeng lebih lemur
Ayam tiren
C) Ayam Mati Kemaren (Tiren)
1. Dagingnya terdapat bercak darah atau memar, tidak mulus seperti ayam potong ketika hidup
2. Kalau dipegang kulitnya licin dan mengkilat, karena pakai formalin

(Kaskus)

Baca juga:

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. 21 Juli 2011 pukul 10:29 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: