Beranda > Kesehatan > Jelang Ramadhan, Waspada Daging Gelonggongan

Jelang Ramadhan, Waspada Daging Gelonggongan

Pakar teknologi hasil ternak dari Malang Prof Djalal Rosyidi mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai daging gelonggongan yang beredar pada setiap menjelang Ramadhan dan hari-hari besar lainnya.

“Tidak hanya masyarakat, pemerintah pun juga harus meningkatkan pengawasan terhadap distribusi penjualan daging sapi gelonggongan yang beberapa tahun terakhir ini sering muncul dan mengancam keamanan komoditas hasil ternak tersebut,” tegasnya di Malang, Kamis.

Menurut Guru Besar bidang teknologi hasil ternak Universitas Brawijaya (UB) itu, konsumen berhak mendapatkan produksi pangan mereka yang berkualitas dan aman untuk dikonsumsi.

Oleh karena itu, tegasnya, pemerintah harus melakukan pengawasan dan pengetatan distribusi daging yang dikonsumsi masyarakat, apalagi menjelang Ramadhan yang biasanya kebutuhan daging meningkat.

“Jadi, pemerintah dan masyarakat harus berhati-hati dan mewaspadai penjualan daging gelonggongan yang biasa marak terjadi pada hari-hari besar, termasuk Ramadhan,” katanya.

Selain daging gelonggongan, kata Kepala Laboratorium Teknologi Daging Fakultas Peternakan UB itu, masyarakat juga harus mewaspadai peredaran daging ayam bangkai.

Ia mengakui, kasus keracunan dan penyakit yang disebabkan oleh makanan hasil ternak seperti daging, susu dan telur seringkali menimpa masyarakat (konsumen).

Kondisi itu, lanjut Djalal, mengindikasikan bahwa keamanan pangan di masyarakat masih jauh dari sempurna. “Konsumen sendiri juga harus terlibat dalam pengawasan dengan menyeleksi bahan pangan yang akan dikonsumsi secara selektif,” tegasnya.

Sementara itu salah seorang penjual daging di Pasar Dinoyo Malang, Aji, mengatakan, untuk ketersediaan daging (sapi) menjelang Ramadhan masih mencukupi, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir.

Aji juga menjamin bahwa tidak akan ada peredaran daging gelonggongan, meski beberapa hari ke depan sudah memasuki Bulan Ramadhan dan Lebaran.

“Saya jamin di sini tidak ada daging gelonggongan, apalagi ciri-ciri daging gelonggongan kan mudah dikenali,” tegas Aji.

Harga daging sapi di pasar-pasar tradisional di wilayah Kota Malang rata-rata mencapai Rp55 ribu sampai Rp58 ribu per kilogram. Daging ayam potong sebesar Rp22 ribu sampai Rp23 ribu per kilogram. (SehatNews.com)

Baca juga:

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. 7 Agustus 2011 pukul 6:20 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: