Beranda > Serba-serbi > Inilah Al-Quran Raksasa ada di Makasar

Inilah Al-Quran Raksasa ada di Makasar

Inilah Al-Quran Raksasa yang ada di Makasar

Al-Quran Raksasa di Makasar

PADA 25 Agustus 2009, sebuah Al-Quran ukuran raksasa tiba di Makassar dan ditempatkan di Masjid Raya Makassar, yang merupakan salah satu masjid kebanggaan warga Makassar dan menjadi daya tarik bagi warga untuk datang ke masjid, karena mulai di pajang saat ramadan saat itu.

Al-Quran raksasa dengan ukuran 1×1,5 meter tersebut hingga saat ini masih berada di Masjid Raya. Jika masuk dari pintu utama Masjid Raya, maka mata langsung tertuju pada Al-Quran ukuran besar tersebut. Bedanya saat pertama kali diperlihatkan dua tahun lalu, Al-Quran dengan berat 584 kilogram (kg) tersebut kini ditutup dengan kotak kaca.

“Kami tutup, agar tidak kotor. Apalagi, ada bagian kertas yang mulai robek, karena dibolak-balik oleh jamaah yang datang dan salat. Ada yang sekdar datang melihat, membaca atao berfoto di dekat Al-Quran tersebut,” jelas Ambo Sakka, bagian Sekretariat Masjid Raya Makassar.

Al-Quran yang isinya 30 juz dengan 6.666 ayat, sama persis dengan Al-Quran asli tersebut merupakan pemberian dari pendiri perusahaan Bosowa, HM Aksa Mahmud yang kini anggota DPD RI. Al-Quran ini dipesan di sebuah pesantren milik Yayasan l Asy’ariyah, Kalibeber, Wonosobo, Jawa Tengah.

Untuk pembuatan Al-Quran tersebut butuh waktu satu tahun, Sementara untuk mejanya dibutuhkan waktu tujuh bulan untuk mengeringan kayu jatinya agar bisa bertahan ratusan tahun tidak dimakan rayap.

Selain di Makassar, Al-Quran ini, masih ada lagi empat yang dimiliki oleh mantan Presiden RI Almarhum Soeharto yang disimpan di istana negara, Mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso, mantan Menteri Dalam Negeri Mardiyanto dan Sultan Berunai Darussalam Sultan Hasana Boqiyah.

Rahmat, salah seorang jamaah di Masjid Raya yang berasal dari Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan, mengaku baru kali ini melihat Al-Quran raksasa di masjid Raya tersebut dan megaku kagum. “Saya sudah pernah dengar sebelumnya, jika ada Al-Quran raksasa di sini, tapi baru kali ini menyempatkan diri untuk melihatnnya sendiri. Subhanallah,” ucapnya.

Dijelaskan Ambo Sakka, berdasarkan riwayat yang beritahukan kepadanya oleh pengurus-pengurus dan pembina Masjid Raya Makassar yang merupakan Ketua PBNU Sulsel KH Sanusi Baco, untuk membuat Al-Quran yang terdiri atas 605 lembar tersebut dibutuhkan belasan liter tinta dan ratusan spidol.

Ditambahkan Ambo Sakka, awalnya, Al-Quran tersebut ditempatkan di depan di dekat mimbar, tapi karena menjadi daya tarik bagi para jamaah, sehingga lokasinya dipindahkan tepat di pintu utama masjid.(MediaIndonesia)

Baca Juga:

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: